Anatomi Korupsi

Membasmi korupsi mustahil kita lakukan, tanpa memahaminya terlebih dahulu, baik akar budaya, ciri dan bentuk serta dampak yang ditimbulkan.

Ketika kita berbicara mengenai Indonesia, tentu kita tidak bisa lepas dari topik korupsi. Selama satu dekade belakangan ini, pemberitaan tentang korupsi hampir setiap hari menghiasi media cetak maupun elektronik. Political and Economic Risk Consultancy (PERC), sebuah lembaga yang berbasis di Hongkong, membeberkan hasil survei yang menyebutkan Indonesia sebagai Negara paling korup di antara 16 Negara se-Asia Pasifik. Indonesia mencetak nilai 9,07 dari angka 10 sebagai negara paling korup yang disurvei pada tahun 2010 ini. Nilai tersebut melonjak naik dari tahun sebelumnya dengan angka 7,69. Sedangkan, posisi kedua ditempati oleh Kamboja diikuti oleh Vietnam, Filipina, Thailand, India, China, Taiwan, Korea, Macau, Malaysia, Jepang, Amerika Serikat, Hong Kong, dan Australia. Mereka semua termasuk negara paling korup dalam survei, selain Singapura[1]. Continue reading

Posted in Hukum, Korupsi | 2 Komentar

Membasmi Korupsi dengan Retorika

Membasmi korupsi tidak akan pernah cukup hanya dengan retorika semata.

Paul Joseph Goebbels, mendiang menteri propaganda Nazi di zaman Hitler, memperkenalkan dengan baik teknik propaganda yang disebut “Argentum ad nausem”, atau yang lebih dikenal istilah teknik Big Lie (kebohongan besar) [1]. Prinsip utama dari teknik propaganda tersebut adalah, menyebarluaskan berita bohong melalui media massa sesering dan sebanyak mungkin hingga kemudian kebohongan tersebut dianggap sebagai suatu kebenaran.

Sangat mirip dengan apa yang pernah dilakukan oleh rezim Orde Baru Soeharto, terutama dengan apa yang dilakukannya terhadap upaya memutarbalikkan fakta sejarah. Dan teknik ini, cenderung kembali dipergunakan oleh Pemerintahan SBY-Boediono, termasuk dibidang penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Pemerintahan SBY, seakan terus menonjolkan keberhasilan pemberantasan korupsi di era kekuasannya, dibanding pemerintahan sebelumnya. Namun justru menjadi paradoks, sebab propaganda klaim keberhasilan tersebut masih digembar-gemborkan, bahkan ditengah kian banyaknya kasus-kasus korupsi yang membuat timpang sistem penegakan hukum kita. Continue reading

Posted in Hukum, Korupsi | Tinggalkan komentar