Herdiansyah Hamzah

Dan Terbitlah Nafas baru Demi Perjuangan Hidup

Kerontokan ekonomi domestik dan Menguatnya Opurtunisme Politik Elit Borjuasi

Krisis keuangan global memberikan efek negatif yang sangat luar biasa terhadap Indonesia. Hal ini ditandai dengan tingkat kekebalan sektor usaha dalam negeri (baca : industri) yang semakin rapuh. Hingga bulan februari 2009, angka PHK telah mencapai 33.444 orang[1]. Hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja, Myra M Hanartani. Jumlah pekerja yang kena PHK berasal dari wilayah Sumatera Selatan, Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, DI Yogyakarta, dan Papua.

Read the rest of this entry »

Filed under: Ekonomi

Krisis baru ; wajah baru Kapitalisme!

Krisis, kata ini menjadi begitu sangat populer ditelinga siapapun hari ini, tak terkecuali bagi masyarakat miskin sekalipun yang secara organik justru merupakan orang-orang yang paling menderita dan semakin terbelakang dengan keberadaan krisis ini. Namun apa dan bagaima krisis ini lahir, menjadi hal yang tidak semua orang tahu. Untuk itu, tulisan ini mencoba untuk memberikan sumbangsih terhadap penjelasan seputar fenomena krisis ini. Karena sejatinya, penyebab dari krisis ini, adalah musuh dari si korban dan bukti kegagalan serta dosa besar bagi si pelaku.

Read the rest of this entry »

Filed under: Ekonomi

Kenaikan harga BBM ; solusi yang tak solutif…

(Upaya Untuk Membongkar Kebohongan Publik)

Judul diatas tentu membuat makna tersirat akan arti penting suatu komoditas energi dasar yang kita sebut Bahan Bakar Minyak (BBM). Indonesia sendiri merupakan salah satu Negara pengekspor minyak dunia, yang tergabung dalam OPEC. Pada era tahun 80-an, bahkan Indonesia mendapatkan berkah yang sangat melimpah ketika tingkat harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan[1]. Namun sekarang, siapa yang menyangka bahwa justru Negara kita termasuk salah satu dari sekian banyak Negara yang paling panik dan gelisah dengan kenaikan harga minyak mentah dunia.

Read the rest of this entry »

Filed under: Ekonomi

RAKYAT PAPUA ; KEMISKINAN DI TENGAH KEKAYAAN ALAMNYA

(Menggugat Kedaulatan Bangsa, Berjuang Melawan Imperialisme Modal internasional)

Oleh : Herdiansyah “Castro” Hamzah

Sebuah Pengantar

Sejarah panjang perjalanan rakyat Indonesia dalam berjuang merebut kembali kedaulatannya yang telah terampas oleh kekuatan modal internasional bersama komparadornya telah membuktikan kepada kita bahwa Maxim (Ujar-ujar) para intelektual serta ahli ekonomi yang selalu mendewakan dan menggembor-gemborkan keberadaan perusahaan-perusahaan asing imperial kepunyaan Negara-negara maju sebagai prasayarat kemajuan bangsa indoensia, ternyata tidak lebih dari omomgan besar dari seorang badut-badut politik yang tak dapat dipertanggung jawabkan. Faktualnya, kondisi yang terjadi sekarang berbanding terbalik dengan asumsi dan pemikiran tersebut. Malah justru sebaliknya, kemelaratan serta barisan kemiskinan adalah akhir dan ujung dari segalanya bagi rakyat Indonesia. Betapa tidak, jika kita tengok aktivitas perusahaan Multi National Coorporation (MNC)[1] yang telah sekian lama mengeruk dan menguras habis-habisan kekayaan Negara Indonesia, merupakan bukti nyata bahwa Kekuatan Modal internasional melalui lembaga-lembaga keuangannya (IMF, Paris Club, CGI dll) bersama perusahaan-perusahaan Multi National Coorporation-Trans National Coorporation (MNC/TNC), tak lebih dari Iblis yang terus-menerus menghantui masa depan rakyat Indonesia.

Read the rest of this entry »

Filed under: Ekonomi

NEO-LIBERALISME ; HANTU PENJARAH KEMAKMURAN RAKYAT INDONESIA

(Menggugat Penjajahan Gaya Baru)

Oleh : Herdiansyah Hamzah*

Prakata

Belakangan ini, kita mungkin sudah acap kali mendengar sebuah kata yang bernama “GLOBALISASI”. Namun pada saat yang bersamaan, dahi kita juga akan ikut berkerut dengan sejuta kebingungan ketika diminta menjelaskan apa arti sesungguhnya dari Globalisasi. Paling-paling kita akan menjelaskan makna dan arti dari Globalisasi dengan menggunakan kerangka pemahaman borjuasi (Baca; kaum mapan) dengan berbagai tafsiran dan penjelasan di media-media maupun dibuku-buku yang sengaja mereka cetak untuk menopang propaganda sesat-nya, demi menanamkan hegemoni kepada milyaran penduduk dunia. Singkatnya, “Globalisasi merupakan sebuah dunia tanpa batas dan sekat-sekat negara, ekonomi dan perdagangan berjalan dalam kerangka pasar internasional”[1]. Demikian kata-kata yang sering terlontar dengan mem-BEO dari koran-koran Borjuasi. Atau seperti ujar-ujar para mahasiswa, dosen, pejabat, elit politik hingga wartawan yang menjadi latah dengan perkataan, “Kita harus mempersiapkan diri meyongsong era Globalisasi atau perdagangan bebas”[2]. Bukankah ini perkataan yang sangat keblinger dan menyesatkan!.

Read the rest of this entry »

Filed under: Ekonomi

 

November 2009
M T W T F S S
« May    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Selamat Datang…

Blogsite ini merupakan media informasi, pikiran dan analisa terhadap realitas sosial kita hari ini. Tulisan ini bukanlah kebenaran mutlak yang harus anda yakini, namun merupakan alternatif opini terhadap pemberitaan yang selama ini anda dengar, lihat dan rasakan dari media apapun. Media blogsite ini adalah tempat sy menuangkan apa yang saya yakini, sekaligus tempat bagi saya untuk menyimpan buah pikiran...karena jika anda tidak menulis, menulis dan menulis....maka anda akan terkubur dan termakan oleh sejarah.... Warm Regards, Herdiansyah Hamzah

ARSIP

The Last Comment

pekerja indonesia on Lawan krisis kapitalisme (2) S…
andy Hidayat on SMART CARD : STRATEGI TERSELUB…
dhe" on Biografi

RSS Perhimpunan Rakyat Pekerja

  • Samarinda : Nilai Ekspor Plywood Anjlok 54 Persen April 28, 2009
    Selasa, 28 April 2009 | 22:41 WITA(Sumber : http://tribunkaltim.co.id/)SAMARINDA, - Imbas krisis global membuat usaha sektor kehutanan, terutama industri kayu lapis (plywood) di Kaltim kian memburuk. Ini terlihat dari nilai eskpornya yang merosot hingga 54 persen, hanya 7,9 juta Dolar AS di Januari 2009. Pada periode yang sama tahun lalu, nilainya masih 17,4 […]
    noreply@blogger.com (PRP SAMARINDA)